Wednesday, September 24, 2008 at 1:26 PM | 0 komentar Link ke posting ini  


Well, kemarin saya kebingungan mencari arti kata-kata dibawah ini:

Kekasihku,
layu lesu atmaku
pindha taru,
ngantu-antu
nunggu tekamu,

aclum alum
tumiyung melengkung,
kucem surem
tanpa sunar manguwung

Prandene,
dinane wus manjalma minggu,
minggune wus dumadi candra,
aku isih ajeg
kanti nunggu sliramu,
pangarep-arepku
tetep lana.....


Setelah aku bertanya kesana kemari akhirnya aku dibantu untuk menterjemahkan oleh Miss Lida Nurlaili dan Miss Lida Nurlaela, The twin sister's, thanks to both of them alias maturnuwun sanget buat mereka berdua. Dari mereka pula saya tau bahwa itu bukan pribahasa tapi geguritan atau puisi jawa yang kurang lebih artinya:

seorang dengan kesedihan jiwanya, sampai lesu layu menunggu, kedatangan seseorang yang lain, suram tanpa ada sinar kehidupan. ibarat hari menjelma jadi minggu, dan minggu menjadi bulan. dia masih menunggu kedatangan seseorang, harapan tetap ada.

matur nuwun buat Mas Goejoeb yang sudah bikin saya penasaran atas geguritan diatas, dan matur nuwun untuk Mba Lida, The Twin Sister's.
Posted by Somet The 武士 Label: , , ,

IQ hanya menyumbang sekitar 5-10 % bagi kesuksesan hidup [Daniel Goleman ]

"Kecerdasan rapor" atau IQ hanya menyumbang sekitar 4 % bagi keberhasilan hidup. Paling penting keberhasilan 90 % ditentukan oleh kecerdasan-kecerdasan lain [Robert Copper]

Pasiak (2005) menyatkan nilai UMPTN yang bagus atau IP yang baik juga bukan ukuran kesuksesan di kemudian hari.

terusik oleh ucapan-ucapan psikolog dan tokoh-tokoh diatas, kemarin tanggal 22/09/2008 saya melakukan tanya jawab kepada rekan-rekan saya yang sudah bekerja dari yang baru masuk kerja kemarin sampai yang sudah lama terjun dalam dunia kerja melalui sms kepada kira-kira 15 orang lebih lah...., bunyi smsku kayak gini :

seberapa besar IP alias IPK berdampak pada pekerjaan Anda? Thanks before :)

Well, dari ke 15 orang tersebut yang menjawab sms saya hanya sekitar 9 orang, hehehehe..., then i'll share with you jawaban dari mereka :

Tidak terlalu besar, yang penting adalah sikap dan komunikasi
[Bang Kosim, seorang Guru]

Tidak ada hubungannya!!! bosku ngga pernah menanyakan berapa IPku atau nilai mata kuliahku. Kesanggupan kita menyelesaikan masalah, itulah yang diperhatikan
[Goejoeb, manager farm]


IP menunjukkan kapasitas akademik, seperti sebuah rangking di sekolah, meski diluar itu masih banyak hal yang lebih penting
[Andrian, English Teacher]


Ngga terlalu ngaruh, cuma sebagai syarat
[Irwan, freelancer]


Kalo gue ngga ngaruh, soalnya yang penting skill, tapi tergantung tempat juga
[Senpai Raka, IT]


Ngaruh, tapi yang ngga kalah penting adalah semangat dan profesionalisme dalam bekerja
[Tri Pangarso, Farm Tecnical Service]


To doing a work, many factors involved. Skill knowledge attitude from internal mixing with condition and some external factors that result for your job
[Himawan, Ditjen Hub.Ud]

Yang penting keterampilan kamu Fin
[Ustadz Suprayogi]


Im not sure, but yang jelas IPK hanya untuk meloloskan kita dari jeratan persyaratan yang sebetulnya ngga penting, wong kerja yha gini-gini thok...
[Ndoy, Stasiun karantina ikan]

yeah, saya yakin Anda yang membaca posting saya ini sudah dapat menyimpulkan sendiri, hmm... posting ini saya tutup dengan sebuah hasil survey National Association of Colleges and Employers [NACE] tahun 2002 di Amerika Serikat, berdasarkan jajak pendapat 457 pengusaha, diperoleh simpulan : Indeks Prestasi (IP) hanya urutan ke-17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan sebuah universitas.

Well, IP/IPK ternyata bukan segalanya Sobat, so keep spirit and optimis buat yang IP/IPKnya masih dibawah standar.




Posted by Somet The 武士 Label: , , , , ,

Dari Male Emporium :

Penyebab Wanita Berselingkuh beberapa faktor diantaranya:
1. Mendapat perlakuan kasar secara fisik, terintimidasi, terhina, dilecehkan dan tidak dihargai.

2. Kesepian akibat kesibukan pasangan sehingga dibutuhkan seseorang sebagai tempat curhat.

3. Karier bagus, segala-galanya didapat dari pasangan tapi kebutuhan biologis tidak terpenuhi.

4. Ingin menikmati pengalaman seksual yang berbeda, tidak dengan hanya satu pasangan saja.

5. Petualangan cinta yang mendebarkan dirasa sebagai pemicu semangat hidup.

6. Penuaan diri yang merupakan momok menakutkan maka seks dengan daun muda untuk 'obat' awet muda.

7. Kepribadian lemah sehingga tak mampu mengelak gangguan atau godaan nakal pria.


Jika sikap pasangan wanita mulai menunjukkan tanda-tanda berubah, hati-hatilah. Jangan-jangan ia telah berselingkuh. Psikolog Ismaniati Sasono memberikan ciri-ciri perubahan tingkah laku seseorang, yang dicurigai mengarah ke tindak selingkuh.
Kenalilah tanda-tandanya sejak dini :


1. Enggan Diusik
Sangat menikmati kesendirian, maka kebersamaan dengan pasangan berangsur berkurang.

2. Tidak Fokus
Pembicaraan cenderung tidak fokus dan acap melenceng dari topik, berakibat jawaban-jawaban menjadi kurang tepat.

3. Cepat Marah
Pertanyaan dinilai sebagai interogasi dan diliputi rasa dicurigai sehingga yang timbul kemarahan yang tidak jelas arahnya.

4. Perhatian Menurun
Pikiran telah berbagi akibat kehadiran orang lain, maka telah membuat perhatiannya terhadap pasangan menurun atau berkurang.

5. Sering Lupa
Janji makan siang atau malam hingga jadwal olahraga bersama cenderung terlewatkan. Yang lebih mengejutkan, lupa ulang tahun perkawinan.

6. Sikap Defensif
Merasa rahasianya terancam dan untuk menutupi kebohongan-kebohongannya, ia menjadi cenderung bertindak defensif.

7. Malas Bicara
Seperti merahasiakan beberapa kegiatan karena tak ingin diusik bahkan diketahui sehingga mulai jarang bercerita.


Posted by Somet The 武士 Label: , , , ,
Tuesday, September 16, 2008 at 3:37 PM | 1 komentar Link ke posting ini  

(Makalah ini disampaikan dalam bedah buku
"Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang
Salib" di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM)

Drakula Fakta Yang Menjadi Fiksi

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula's Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922) yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan
pangeran Wallachia, keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan
antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan
wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel-
benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan
pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang
cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah
ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

"Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan
cekatakan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru
tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami."

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

"Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal."

Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua
sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan
Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin
menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih
menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.

Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat-khususnya umat Islam
sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.

Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha
dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.

Selain yang telah dipaparkan di atas, buku "Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula
yang lainnya.

Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll.
Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang
amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita. [*]

(Makalah ini disampaikan dalam bedah buku
"Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang
Salib" di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM)

Posted by Somet The 武士 Label: , , ,


Kegiatan inisiasi seperti ospek dan ritual yang biasa diadakan para senior di sekolah, merupakan bentuk bullying yang tidak disadari. Kegiatan yang seharusnya bertujuan memperkenalkan sekolah dan program yang ada di sekolah, malah melenceng menjadi ajang untuk mempemalukan para siswa baru dengan kegiatan yang merendahkan dan mengintimidasi (detik.com).

Bullying adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok, sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya. Dan peristiwanya, sangat mungkin terjadi berulang. Andrew Mellor dari Antibullying Network University of Edinburgh, bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain baik yang berupa verbal, fisik maupun mental dan orang tersebut takut bila perilaku tersebut akan terjadi lagi (kompas.com).

Alhamdulillah, di kampus Peternakan Unsoed kita tercinta ini pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2008 (IOC ‘08) yang dilaksanakan tanggal 28-31 September 2008 sudah tidak menggunakan sistem yang mengandung bullying lagi, jika dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya di Unsoed kita termasuk yang terbaik dalam pelayanan orientasi mahasiswa baru. Di Unsoed sendiri praktek bullying bagi mahasiswa baru masih terjadi, bahkan ada di salah satu fakultas yang bagian komdis/tatibnya membawa “pechut”dan memberikan hukuman fisik.

Di fakultas Peternakan sendiri, mahasiswa baru diperlakukan sebagai mana mestinya manusia, atau bahasa kerennya adalah memanusiakan mahasiswa, mahasiswa baru yang yang mengikuti kegiatan orientasi di kampus ini sudah tidak menerima bentakan-bentakan tak beralasan, tugas-tugas yang tak masuk akal dan memberatkan. Coba bayangkan saja, mahasiswa baru yang seharusnya menerima first impression yang baik tentang kampusnya, selama ini selalu menerima first impression yang buruk dan secara tidak langsung mendidik dan mengkader mahasiswa baru tersebut untuk menduplikasi kebudayaan bullying yang akan diaplikasikan untuk mahasiswa baru tahun berikutnya. Dan penulis berharap Fakultas Peternakan menjadi pelopor anti-bullying di Unsoed. Bravo Fapet Unsoed ^_^

Hmm, namun perlu dipertanyakan sebenarnya konsep kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang dulu sebelum para SC (Staring Commitee) membubarkan diri dan membubarkan panitianya dengan nama IC itu milik siapa? Setelah penulis membandingkan konsep IOC dan IC sebenarnya sangat mirip, cuma berganti stempel, susunan pengurus, dan beberapa konsep IC yang dibuang atau bisa disebut cuma konsep ganti sampul buku saja, bahkan kemarin saat pihak BEM ditanyai perihal konsep IOC, BEM belum bisa menunjukkan konkrit konsepnya baik softcopy maupun hardcopynya. Kurangnya pemahaman konsep di kalangan OC (panitia) dan misskomunikasi antara SC, OC dan BEM menjadi penyebab IC dibubarkan kala itu. Kedudukan SC yang notabenenya pada saat itu merupakan perwakilan dari semua UKM dan HMPS di Fakultas Peternakan Unsoed merasa aspirasi mereka tidak tersampaikan dengan baik. Tapi toh nasi sudah menjadi bubur, akhirnya dari kalangan SC sendiri tidak mempermasalahkan hal ini lebih lanjut, karena pihak SC tidak ingin menimbulkan konflik yang lebih panjang dan rumit.

Well, yang penting mahasiswa baru dimanusiakan sebagaimana mestinya, tidak terjadi mekanisme bullying terhadap mahasiswa baru, toh baik visi SC IC dan BEM Fapet yang baru adalah sama, yaitu membuat dinamisasi mahasiswa dan kegiatan organisasi yang lebih baik lagi di Fakultas Peternakan Unsoed tercinta ini. So, KEEP SPIRIT ^_^ Say no to Bullying & NATO (No Action Talk Only).



Film action yang satu ini emang perlu ditonton loh...., yeah Hancock, aku baru nonton film ini malam ini. Seru! menurutku inilah film superhero yang manusiawi banget. Dari dulu aku suka film-film superhero, kebanyakan dari mereka selalu ditampilkan sebagai seorang yang low profile saat menjadi manusia biasa, contohnya Spiderman, Superman, atau menjadi sesosok yang high profile sekalian, contohnya Batman, Iron man, dsb.
Well, begitu nonton film ini, imageku tentang superhero jadi ancur...., bener-bener superhero ancur deh, hahahaha....., film ini memaksaku untuk memikirkan bahwa superhero juga manusia

Posted by Somet The 武士 Label: , ,
Monday, September 08, 2008 at 4:11 AM | 1 komentar Link ke posting ini  

Well, saya merekomendasikan film ini bagi anda yang suka film action, film ini bagus banget dimulai dari alur ceritanya yang unik, tak mudah ditebak dan efek-efek imajinasi tinggi yang dikemas hingga tampak seperti nyata. Ngga nyesel dech kalo anda liat film ini, emang sih di beberapa adegan ada yang tampak sadis, tapi menurutku ngga sadis-sadis juga sih, orang tema dari film ini kan gimana caranya bisa jadi pembunuh professional, hmm... "the killer machine". Anda juga dapat melihat bagaimana seseorang dapat merubah believe dan karakter
hanya dalam 6 minggu...., dari seorang lelaki yang letoy jadi killer machine, so lebih baik kalian nonton sendiri aja yah..., bangus banget ditonton malem-malem abis sholat tarawih, hehehe....
Posted by Somet The 武士 Label: , ,
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates