Saturday, March 31, 2007 at 1:46 AM | 0 komentar  

Senandung di Sebuah Desa

nikmati,

hidup itu tapak,

seperti tapak-tapak yang berlalu,

nikmati,

embun pagi terakhir di desa ini.

belaian lembut mentari senja ditepi bendungan.

curah-curah hujan siang hari.

nikmatilah,

ini bukan bait-bait puisi Campoamor,

ini hanya tentang suatu yang tak pernah hilang.

kenanglah,

sunggingan senyum perawan,

cengiran para perjaka,

tawa riang bocah-bocah tak bersendal.

kenanglah, semangat tubuh tua renta,

tak pernah habis dimakan usia,

dalam sorot mata yang bersahaja.


ingatkah?

perih-perih itu kawan?

tapi dengan perih, kau, aku ditempa,

diukir menjadi patung-patung emas yang punya harga.

ingatkah kawan, ketika kalbu menyuarakan pilu?

pilu-lah yang membawamu kepada rindu.

ingatkah canda-candamu itu?

karenanya, namamu terukir dihatiku,

sebagai penghangat nurani yang beku.

maafkan, tapi tak dapat lupakan,

senangi, dan tak dapat kembali


kenapa harus berakhir?

karena itulah hidup,

kenapa problematika tak kunjung padam,

karena itulah hidup.

detik demi detik kedepan, tak tahu apa kan terjadi,

detik demi detik berlalu, meninggalkan jejak.

tanpa tapak dan jejak tak ada hidup.

ahaii, ini bukan tentang sevilla atau venesia,

ini hanya tentang desa-desa dekat sini saja.

kau lihat permadani hijau itu?

liuk-liuk sungai, berhulu hilir entah dimana,

kemana harus kau pergi?

kemana harus ku pergi?

ke depan, belakang, atau diam!

kembara berenang maju ke depan.

dan takkan lupa, melihat ke belakang.

jangan diam, pensiunan pahlawan bilang: diam itu mati.

sebelum waktu berhenti,

dan jantung enggan berdetak,

boleh kukatakan sebuah pesan?

seperti kau memesan secangkir teh hangat atau kopi.

bukan yang terakhir kali, tapi inilah sebuah akhiran, mungkin

tanpa batas, kau dan aku tak tahu,


sudikah kau, mengingat namaku sebelum tidurmu?

Posted by Somet The 武士 Label: ,

Senandung Tentang Melati


ada sesuatu dengan diriku.

ketika kumulai nafas hari ini.

dingin menghujam tulang,

panas sengat matahari,

entah kenapa semua tak terasa.

semua kosong dan hampa.

duhai nurani kenapa kah???

ketika kulihat sekuntum melati,

wanginya menembus kalbu,

dan tak pernah kan layu.

ingin rasa mendekap,

menjaganya di keheningan malam,

meneduhinya di terik matahari.

melatiku, jiwamu putih,

seputih awan-awan itu,

tangkai hijaumu, menyembuhkan lara ini...

lara kekosongan jiwa...

lara kehampaan yang slalu menyeruakkan kalbu.

ketika angin berkata "mengapa"?

aku tak tahu, jawabku.

nurani memilihnya duhai melatiku.

dan nurani ini suci.

melatiku, ku kan slalu disini...

izinkan aku menemanimu,

di keheningan malam-malam,

dan kebisingan siang hari.

sampai senja memisahkan kita,

ketika waktu terhenti,

izinkanlah...

Posted by Somet The 武士 Label: ,
Saturday, February 10, 2007 at 3:59 AM | 0 komentar  

Star Light

ingin diriku menghilang, menuju sinarmu wahai bintang,
jauh meniggalkan bumi,
biarkan kulihat,
bahwa bumi sangat kecil kini,
kuingin menghilang, menuju sinarmu bintang,
tuk melihat, masih ada yang lebih besar dari semuanya,
dan kau lihat?
manusia seperti bakteri,
mengapa harus sakit dan sedih?
bukannya kita seperti bakteri,
lihatlah, masih ada yang lebih besar dan terbesar diantara semua.
sampai jumpa esok malam bintangku sayang.
Posted by Somet The 武士 Label:

Lari, Lari, dan Lari


semua terjadikah?,
tetap pada langkah-langkah kakiku,
semakin cepat,
cepat dan cepat,
biarkan berpacu,
tak peduli
semak belukar setinggi langit
acuhkan
dalamnya palung samudra
dorr,
sebuah peluru tertancap
tapi ku tetap berlari,
minggir kalian, ku harus berlari,
entah sampai mana, sampai kapan.
dorr dorr dorr....
ahh, ribuan peluru...
seperti semut-semut menyetubuhi tebu
tertancap di dadaku, kepalaku, pahaku, bokongku,
bumm, bumm, bumm....
mortir ledakkan tubuhku
aku hanya ingin tetap berlari,
bagai seekor kijang emas,
lari, lari, lari...
sampai tetes darah terakhirku,
hidup paling hidup,
atau mati semati-matinya,
biarkan lariku, lari, lari
(thanks to Steven&Coco, dah ngingetin: MENGAPA HARUS TAKUT PADA MATAHARI )
Posted by Somet The 武士 Label: , ,

DISINI


disini seseorang memperhatikanmu,
meski kau tak kan memperhatikannya.
disini seseorang selalu mencemaskanmu,
meski kau tak mencemaskannya,
disini seseorang sangat peduli kepadamu,
meski kau tak peduli lagi kepadanya,
disini seseorang ingin memberimu mawar merah,
walau dia tau, kau ada di kebun mawar
seseorang itu berkata, jika kelak aku mati, tuliskan di nisanku:
DISINI TERBARING ORANG YANG TIDAK MATI SEBELUM DIA BENAR-BENAR MATI, SESEORANG YANG HIDUP DARI MAKNA PENGHARAPAN
Posted by Somet The 武士 Label:
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates